BANGKOK – Kesehatan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej dikabarkan dalam kondisi tidak stabil. Pejabat Istana Kerajaan Thailand mengatakan, tim dokter memasang alat bantu pernapasan kepada pria berusia 88 tahun itu.
Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand mengungkapkan, alat bantu dipasang setelah tekanan darah Raja Bhumibol menurun. Hal itu terjadi ketika tim dokter tengah mempersiapkan sang raja untuk prosedur haemodyalisis dan mengganti pipa untuk mengeringkan cairan dari tulang belakang.
“Tim medis mengawasi gejala penyakitnya dan memberikan perawatan secara hati-hati karena gejala keseluruhan dari penyakitnya masih belum stabil,” isi pernyataan resmi Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand, seperti dimuat Asian Correspondent, Senin (10/10/2016).
Isu mengenai kesehatan Raja Bhumibol adalah kekhawatiran massal di Negeri Gajah Putih dalam beberapa tahun belakangan. Banyak warga takut pemerintahannya segera berakhir dalam waktu dekat. Sang pewaris takhta, Putra Mahkota Vajiralongkorn, tidak mendapat rasa hormat yang setara dengan ayahnya dari warga.
Raja Bhumibol lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dalam satu dekade terakhir. Rumah sakit tersebut sengaja didirikan khusus untuk merawat sang raja. Penyakit yang diderita membuat Raja Bhumibol jarang terlihat di depan publik. Terakhir kali ia terlihat oleh publik saat mengunjungi istananya di Bangkok pada Januari 2016.
Raja Bhumibol telah berkuasa selama 70 tahun di Thailand. Warga sangat menghormati kepemimpinan Bhumibol karena dianggap sangat berbakti kepada bangsa dan negara.
(Wikanto Arungbudoyo)