WASHINGTON DC — Seiring dengan meningkatnya kecemasan publik mengenai terorisme, kedua calon presiden Amerika Serikat (Capres AS) Hillary Clinton dan Donald Trump berusaha mencitrakan diri tangguh dalam isu keamanan nasional.
Capres Partai Republik, Donald Trump amat teguh tentang imigrasi, isu panas yang merajai kampanye sehingga mengalahkan perdebatan mengenai terorisme.
Trump tidak lagi segalak sebelumnya dengan rencana kontroversial yang diumumkannya sesudah serangan teroris di Paris November lalu untuk melarang Muslim masuk ke AS. Alih-alih, Trump bicara tentang ‘extreme vetting’ atau pemeriksaan ketat terhadap imigran dari negara-negara Muslim untuk mencegah teroris masuk ke negara itu.
Trump juga menentang AS menampung pengungsi perang Suriah sambil memperingatkan bahwa rencana Hillary Clinton memperbesar jumlah pengungsi Suriah yang akan ditampung menjadi 65 ribu orang bisa menjadi ‘kuda Troja’ teroris di bumi AS.
"Lihat apa yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan," katanya dalam perdebatan pekan lalu.