Transisi Kepresidenan di AS: Pertanda Kelangsungan dan Stabilitas

, Jurnalis
Selasa 08 November 2016 14:41 WIB
Presiden AS Barack Obama dan Mantan Presiden AS George Bush beserta istri masing-masing usai pelantikan presiden 20 Januari 2009. (foto: VOA)
Share :

WASHINGTON DC - Selama tahun pemilu, perhatian terpusat pada para calon presiden, kerangka kerja dan kampanye mereka. Tapi beberapa bulan menjelang pemilu, di balik layar diam-diam ada kegiatan besar untuk mempersiapkan transisi kepresidenan.

Proses itu terjadi di Gedung Putih di kantor-kantor kampanye dan berbagai badan pemerintah. Transisi kepresidenan di Amerika memastikan bahwa tidak ada kekosongan dalam pemerintahan.

Stephen Wayne, profesor mengenai pemerintahan pada George Washington University mengatakan, "Pada dasarnya ide transisi adalah untuk mempertahankan kestabilan, sementara beralih pada arah kebijakan calon yang memenangkan pemilu."

Kantor Pusat Transisi Kepresidenan membantu calon presiden AS tahun ini siap memerintah mulai hari pertama kalau mereka menang pemilu.

David Eagles dari Pusat Transisi Kepresidenan mengatakan, "Transisi ini selalu menjadi hal besar dan rumit serta periode rentan bagi negara, tapi kami merasa jika diatur secara strategis menjadi salah satu kesempatan terbesar untuk menjadikan pemerintah lebih efektif."

Tim-tim transisi mengumpulkan informasi, memilih calon-calon untuk jabatan kabinet dan posisi politik lainnya dalam pemerintahan baru dan berkoordinasi dengan Gedung Putih.

Stephen Wayne dari menambahkan, "Pemilu memecah-belah tapi setelah pemilu kita harus bersatu. Pemerintah masih berjalan dan rakyat menghendaki pelayanan."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya