Selain itu, Jokowi juga mengomentari keluhan-keluhan kebebasan beragama yang belakangan disorot. Sebelumnya diketahui, kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 di Gedung Sasanan Budaya Ganesha, Bandung yang dibubarkan sebuah Ormas Islam.
Mantan Wali Kota Solo ini menyadari ada peran pemerintah yang harus dimainkan untuk menengahi persoalan kebebebasan beragama tersebut. Namun demikian, kesadaran masyarakat mengenai keberagaman juga tak kalah penting.
"Saya juga menyadari bahwa baru-baru ini juga masih ada hal yang perlu kita perbaiki dan dalam menjalankan peran ini, Pemerintah menyadari pentingnya keberagaman dari semua elemen bangsa untuk menjaga kerukunan kita," jelas Jokowi.
Hadir dalam pertemuan ini antara lain, Ketua Komnas HAM Muhamad Imdadun Rahmat, Komisioner Komnas HAM Nur Kholis, Ketua Pansel Komnas HAM Jimly Asshiddiqie, Todung Mulya Lubis dan pegiat HAM lainnya.
Sementara Jokowi didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, dan Juru Bicara Johan Budi Sapto Prabowo. (sym)
(Abu Sahma Pane)