Cemoro Sewu, dari Sarang Dedemit hingga Jadi Objek Wisata

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis
Sabtu 17 Desember 2016 10:05 WIB
Cemoro Sewu
Share :

Hal sendada diungkapkan Sarmi. Perempuan paruh baya ini juga sudah puluhan tahun tinggal di Cemoro Sewu, tepatnya berjarak beberapa puluh meter di sisi Barat objek wisata itu. Sambil menyuapi Angga, cucunya, Sarmi berkisah betapa warung makan bisa menjadi penghidupannya selama ini.

Ia merasa berjasa atas terciptanya surga baru bagi warga itu. Betapa tidak, sebelum ia dan warga datang, kawasan Cemoro Sewu dulunya adalah belantara belukar. Nyaris tak ada seorang pun warga berani melintas di wilayah itu, terutama ketika menjelang malam. Kawasan itu, dulunya adalah sarang dedhemit.

Begal, garong, dan para pencoleng pun menjadikan kawasan itu sebagai surga pelarian diri mereka dari kejaran aparat dan pemuda desa. Karena itulah, ia menganggap warga tak pelak berjasa besar untuk membuat kawasan itu menjadi seperti sekarang.

Memang, ia tak kuasa menunjukkan lembaran izin mendirkan bangunan yang kini rata dengan tanah itu. Ia pun kebingungan saat menjelaskan asal muasal kapling tanah yang ia tempatinya. Ia hanya tahu bahwa rumah itu dalam belasan tahun terakhir menjadi sumber penghidupannya. Tak hanya sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan, rumah itu pula yang membuatnya bisa bertahan dari kerasnya kehidupan.

Ia menjelaskan, rumah itu dibangunnya dari hasil penjualan rumah lamanya. Ketika itu, ia terpaksa menjual rumahnya di Grogol VII lantaran butuh uang untuk pengobatan anaknya yang tengah sakit.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya