KALEIDOSKOP 2016: Sepak Terjang Operasi Tinombala

Dara Purnama, Jurnalis
Senin 26 Desember 2016 09:00 WIB
Share :

Kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) menjadi perhatian Polri dalam beberapa tahun terakhir ini. Terbukti, untuk memburu kelompok yang diketuai Santoso alias Abu Wardah ini, Polri bersama dengan TNI membentuk operasi khusus.

Wilayah kerja operasi ini dilakukan di wilayah Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang melibatkan satuan Brimob, Kostrad, Marinir, Raider hingga Kopassus. Operasi ini bekerja membatasi ruang gerak kelompok Santoso dan membuat mereka berada dalam kondisi terjepit dan kelaparan.

 Pada 2015, operasi ini bernama Camar Maleo ini berhasil menangkap sekitar 28 anggota kelompok Santoso termasuk salah satu pimpinannya yakni Daeng Koro. Ia didapuk sebagai ketua pelaksana beberapa latihan militer yang digelar di Tuturuga Kabupaten Morowali dan Gunung Tamanjeka Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah serta Mambi Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat.

Pada 9 Januari 2016, rangkaian operasi perburuan kelompok MIT ini berganti nama sandi operasi bertajuk Operasi Tinombala yang melibatkan 3000 personil. Berikut catatan Okezone terkait perjalanan Operasi Tinombala sepanjang 2016.

 - Anak Buah Santoso Tembak Mobil Polisi

Terjadi baku tembak antara kelompok Santoso dengan Polri pada Selasa 9 Februari 2016 ketika razia dilakukan di sepanjang jalan wilayah Nepu dan Poso. Kejadian ini berawal ketika mobil misterius dengan kaca tertutup berhenti di kios dan membeli perbekalan di luar batas wajar. Pemilik kios curiga dan melaporkan mobil tersebut kepada Satgas Tinombala.

Alhasil kelompok Santoso dari dalam mobil menembak ke arah polisi. Akibatnya anggota Polri bernama Brigadir Wahyudi mengalami luka tembak di dagu hingga tewas. Selanjutnya lima anggota Polri melakukan penyergapan dan dilakukan tembakan balasan dan  menyasar dua pengikut Santoso. Disita dari mereka satu pucuk senjata api rakitan.

 - Kecelakaan Helikopter TNI AD Bell 412 EP nomor HA 5171

 Pada Minggu 20 Maret 2016, Helikopter milik TNI AD tersambar petir di Kelurahan Kasiguncu, Poso Pesisir, Poso. Kecelakaan ini menewaskan Danrem 132/ Tadulako Kolonel Inf Syaiful Anwar.

Selanjutnya ada 12 awak lainnya seperti Kolonel Heri (BAIS), Kolonel Inf Ontang RP (Satgas Intel Imbangan, Letkol Cpm Tedy (Dandenpom), Mayor Inf Faqih (Kapten Rem), Kapten Yanto, Prada Kiki (Ajudan Danrem), Kapten Cpn Agung, Lettu Cpn Wiradi, Letda Cpn Tito, Serda Karmin, Sertu Bagus, dan Pratu Bangkit.

Helikopter tersebut membawa awak bantuan dari TNI ke Poso dalam rangka menumpas keberadaan Santoso cs.  Seluruh korban dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

 - Santoso Masuk Daftar Teroris Global

 Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memasukkan Santoso ke dalam daftar teroris global yang paling dicari (Specially Designed Global Terorist), Selasa 22 Maret 2016. Alasanya, karena  Santoso berafiliasi dengan ISIS.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya