KALEIDOSKOP 2016: Sepak Terjang Operasi Tinombala

Dara Purnama, Jurnalis
Senin 26 Desember 2016 09:00 WIB
Share :

Sebagai hasil pencatatan tersebut, semua subjek properti di wilayah yurisdiksi AS mengatasnamakan Santoso akan diblokir. Warga AS pun dilarang melakukan transaksi dengan Santoso.

 - Sebelum Santoso Dinyatakan Tewas, 15 Orang Berhasil Ditangkap

 Hingga Mei 2016, 15 orang kelompok Santoso berhasil ditangkap. Rinciannya 11 orang tewas dalam baku tembak sementara empat lainnya ditangkap untuk menggali informasi.

Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudi Sufahriadi menyatakan menangkap kelompok Santoso ini ibarat mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Sehingga perlu dilakukan perubahan teknik dan taktik.

 "Terbukti secara signifikan berangsur-angsur bisa ditangkap. Selama Operasi Tinombala sudah 15 orang tertangkap," kata Rudy di Kompleks Mabes Polri, Rabu 25 Mei 2016.

 Kesulitan tim menurut Rudy karena Santoso menerapkan prinsip perang gerilya. "Kita pun harus memecah anggota karena medannya hutan," tukasnya.

- Santoso Dinyatakan Tewas

Pada Senin 18 Juli 2016, menjadi prestasi besar bagi tim Satgas Operasi Tinombala. Santoso yang selama ini diburu dalam Operasi Camar Maleo I hingga IV akhirnya tewas ketika sandi operasi berganti menjadi Operasi Tinombala.

Kematian Santoso ini berawal dari kontak tembak di sekitar Desa Tambrana, Poso Pesisir Utara sekira pukul 17.00 WITA. Dalam baku tembak selama lebih kurang setengah jam itu dua orang tewas. Mereka adalag Santoso dan pengikutnya Mukhtar.

Santoso sendiri tewas ditangan prajurit Yonif Raider 515 Kostrad saat melakukan patroli di Pengunungan Tambrana. Mereka menemukan gubuk dan melihat beberapa orang tidak dikenal sedang mengambil sayur dan ubi. Kala itu tim melihat tiga orang melintas di sebelah sungai namun langsung menghilang. Tim satgas langsung mendekati mereka. Rentang jarak 30 meter terjadi kontak senjata selama 30 menit. Ditemukan dua jenazah dan sepucuk senjata api laras panjang.

Atas penembakan tersebut, Mabes Polri mengapresiasi atas prestasi yang dilakukan TNI. Hal ini menunjukkan kerjasama kedua institusi tersebut berjalan baik.

"Kami apresiasi siapapun yang menembak (Santoso)," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar Selasa 19 Juli 2016.

 - Setelah Santoso Tewas Masih Ada Figur Basri dan Ali Kalora

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya