KALEIDOSKOP 2016: Sepak Terjang Operasi Tinombala

Dara Purnama, Jurnalis
Senin 26 Desember 2016 09:00 WIB
Share :

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan setelah tewasnya Santoso, kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) semakin melemah. Menurutnya hanya tinggal 19 orang yang tersisa setelah Santoso tutup usia.

"Kelompok ini otomatis melemah. Santoso kan difigurkan sebagai pimpinan. Tinggal hanya 19 orang," kata Tito di Kompleks Mabes Polri, Jumat 22 Juli 2016.

 Kendati demikian, masih ada beberapa orang yang mesti diwaspadai, utamanya mereka yang memiliki kemampuan dan militansi tinggi.

"Masih ada Basri, dan Ali Kalora. Jadi jangan buru-buru mencabut operasi ini. Operasi ini sangat efektif karena gabungan kekuatan (TNI-Polri)," tukasnya.

 - Insiden Salah Tembak, Anggota Satgas Tinombala Tewas Saat Bertugas

Muhammad Serda Ilham bagian dari Satgas I Intelijen Tinombala tewas dalam baku tembak di Desa Towu Kabupaten Poso Sulawesi Tengah Rabu 27 Juli 2016 sekira pukul 12.30 WITA.

Kala itu, sasaran yang dituju adalah tujuh orang yang diduga anggota kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur. Namun ternyata salah sasaran, peluru menyasar anggota intelijen yang tengah memburu tempat penimbunan senjata kelompok Santoso. Akhirnya Serda Ilham menjadi korban.

 - Basri Ditangkap

Orang nomor dua setelah Santoso dalam kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur akhirnya berhasil ditangkap di pegunungan Poso, Sulawesi Tengah Rabu 14 September 2016.

"Kita bersukur karena Basri merupakan target nomor dua penting setelah Santoso. Satgas Tinombala berhasil menangkap dia hidup-hidup," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kompleks STIK-PTIK, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan Basri ditangkap bersama dua orang lainnya.

"Basri alias Bagong berhasil ditangkap. Jadi tim patroli mengintip dan ditemukan tiga orang. Ada yang tewas bernama Andika Eka Putra. Kepalanya terbentur batu saat akan menyebrangi sungai.  Namun istrinya Basri berhasil kabur," katanya.

Selanjutnya pada Senin 19 September Satgas Operasi Tinombala bertemu dengan anggota kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur lainnya bernama Sobron. Saat terpojok, dia mengambil granat di sakunya setelah diminta untuk menyerah. Belum sempat melempar granat, satgas menembaknya di bagian kepala. Di tubuhnya ditemukan empat granat dan dua machete.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya