Awalnya, Barack Obama memusatkan perhatian bagaimana menyeret Osama bin Laden ke pengadilan, karena pemimpin Al-Qaeda itu menghindar dari mantan Presiden George W Bush. Pada akhir malam Minggu, 2 Mei 2011, Obama menyampaikan kepada rakyat Amerika.
"Malam ini, saya bisa melaporkan kepada rakyat Amerika dan kepada dunia bahwa Amerika telah melakukan operasi yang menewaskan Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda, dan seorang teroris yang bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan orang tak bersalah, perempuan dan anak-anak," kata Presiden Obama saat itu.
Tetapi kemenangan besar itu segera diikuti oleh awal perang saudara mematikan di Suriah. Dan pada 21 Agustus 2012, Obama mengeluarkan peringatan kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad yang kembali menghantui pemimpin Amerika Serikat itu.
"Kita tidak bisa berada dalam situasi di mana senjata kimia atau biologi jatuh ke tangan orang yang salah. Kami telah sangat jelas menyatakan kepada rezim Assad yaitu garis merah bagi kami atau tidak dapat dibiarkan ialah apabila kami mulai melihat sejumlah besar senjata kimia bergerak berpindah tangan atau digunakan di sana."
Satu tahun kemudian, pengamat mengatakan, tentara Assad menewaskan lebih dari 1.000 orang dengan gas sarin. Sebaliknya, Amerika tidak menanggapinya dengan kekuatan.