Ini Penjelasan Batan soal Pembangunan PLTN Berbasis Thorium di Indonesia

Prabowo, Jurnalis
Rabu 04 Januari 2017 18:47 WIB
Pengecekan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Yogyakarta (Prabowo/Okezone)
Share :

"Kita belum bisa bicara kapan (thorium) dipergunakan PLTN, India saja punya lebih banyak 800 ribu ton thorium, belum menggunakan, teknologi mereka beberapa tahap di atas kita," katanya.

"Mereka (India maupun Cina) ingin uji coba dulu, bikin bahan bakarnya dulu, punya thorium tapi bikin bahan bakarnya dulu, trus dimasukan ke reaktor karena mereka juga sudah punya PLTN. Jadi dicampur dengan uranium, terus limbahnya seperti apa," imbuhnya.

Pada dasarnya, thoriun berbeda dengan uranium. Thorium merupakan bahan bakar nuklir yang tidak bisa langsung bereaksi nuklir seperti halnya uranium. Thorium hanya bisa berekasi nuklir jika dipicu dengan bahan bakar nuklir lain, seperti uranium dan plutanium.

Uranium dan plutanium itu merupakan bahan fisil (dapat membelah) yang apabila bereaksi dengan neutron akan mengalami reaksi membelah dan menghasilkan unsur produk fisi, neutron, dan panas. Panas yang dihasilkan ini digunakan untuk membangkitkan listrik.

Penggunaan thorium sebagai bahan bakar tidak dapat berdiri sendiri, tapi harus dikombinasikan dengan bahan fisil (membelah). Thorium potensial digunakan sebagai bahan bakar nuklir alternatif karena memiliki beberapa keunggulan, seperti risiko rendah digunakan untuk persenjatan nuklir.

"Kalau klaim banyak pihak, thorium itu limbahnya lebih sedikit, kemudian untuk dipakai senjata nuklir potensinya lebih rendah. Tapi teknologinya belum dewasa, jadi kita belum bisa bicara lebih jauh apakah yang diklaim itu benar atau tidak," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya