Ini Penjelasan Batan soal Pembangunan PLTN Berbasis Thorium di Indonesia

Prabowo, Jurnalis
Rabu 04 Januari 2017 18:47 WIB
Pengecekan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Yogyakarta (Prabowo/Okezone)
Share :

Posisi Batan, kata dia, harus menyampaikan apa adanya ke masyarakat. Saat ini, tahap yang baru bisa dilakukan Batan adalah memisahkan Tanah Jarang menjadi beberapa unsur, termasuk memecah thorium menjadi uranium.

"China yang teknologi diatas kita, baru berencana membangun tahun 2035. Saya prediksi kita juga bisa membangun 5-10 tahun setelah tahun itu. Saat ini kita belum bisa menjawab (kapan dibangun PLTT)," tandasnya.

Kepala Pusat Sains dan Teknologi Akselelator (PSTA) Batan Yogyakarta, Susilo Widodo menyampaikan saat ini tengah dalam masa transisi dari penelitian labolatorium ke produksi. Artinya, penelitian yang saat ini mengarah pada kebutuhan industri.

"Jika dulu hasil penelitian hanya sampel-sampel yang kecil, saat ini akan ke tahap lebih besar karena beralih dari lab ke produksi. Dulu yang hanya maksimal enam dalam sekali ujicoba, sekarang bisa lebih daro 100 jam," katanya.

Susilo berharap, hasil penelitian yang sudah memecah thorium menjadi uranoim ini bisa dikembangkan lagi. Terlebih, bagi pihak lain yang bisa memanfaatkan hasil penelitian untuk perkembangan selanjutnya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya