YOGYAKARTA - Penemuan sisa Kerajaan Mataram Kuno membuat heboh masyarakat di Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Diperkirakan, usia batu yang ditemukan di Dusun Demangan Gunungan, Desa Pleret pada Senin 2 Januari 2017 itu berusia 1600-an.
Penemuan bermula saat Umiyem (55) dan suaminya Ngajiyono (61), melakukan penggalian tanah sawah milik Yanto untuk pembuatan batu bata. Saat menggali sekira 50 cm, cangkulnya terantuk batu berwarna hitam. "Saya kaget saat di tengah sawah kok ada batunya," kata Tumiyem, Kamis (5/1/2017).
Ia lantas melakukan penggalian dan menemukan sebuah batu berukuran 39 x 47 cm dengan tinggi 26 cm yang menempel pada tatanan batu bata kuno berukuran 25 cm. Tidak sampai di situ, suaminya juga melakukan penggalian dan menemukan batu balok lainnya dengan panjang 80 cm dan tebal 23 cm yang berada tidak jauh dari lokasi yang pertama.
Ngadiyono menambahkan, beberapa bagian batu bata kuno ada yang patah karena terantuk kepala cangkul. Kemudian dirinya melaporkan penemuan batu tersebut kepada salah seorang warga. Lalu pada Selasa 3 Januari 2017, Ngadiyono melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian. "Kemarin sudah tidak boleh digali sama pak polisi," imbuh dia.