"Jangan percaya dengan oknum yang mengatasnamakan panitia atau kenal dengan petinggi Polri. Karena sudah sering berulang kali pasti ada calon peserta yang ditipu, diminta uang terlebih dahulu, pada saat pengumuman gugur," terangnya.
Untuk menghindari adanya dugaan penyimpangan dalam rekrutmen anggota, Polri akan menerapkan one day service, di mana setiap selesai tes atau seleksi akan langsung diumumkan siapa yang lolos dan tidak.
Selain itu, Brigjen Rachmat yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana rekrutmen juga menjamin bahwa dalam proses penerimaan anggota akan menggandeng pihak-pihak terkait untuk membantu mengawasi jalannya rekrutmen.
"Kita menjamin, saya selaku ketua pelaksana menjamim dalam proses penerimaan ada pengawas internal dan eksternal. Di internal ada Provost, Propam, Irwasum dan Irwasda.
"Untuk pengawas eksternal ada Ombudsman, LSM-LSM, Lembaga Sandi Negara yang akan mengaudit peralatan-peralatan pada saat akan dilaksanakan tes atau seleksi," kata dia.
(Rachmat Fahzry)