JAKARTA - Musim mudik lebaran memang masih akan datang beberapa bulan lagi. Namun, sejumlah persiapan mesti dilakukan agar pemudik aman dan nyaman tiba di kampung halaman.
Apalagi, tahun lalu, insiden kemacetan parah di Tol Brebes Timur (Brexit) hingga menelan korban jiwa. Pengamat transportasi dari Jakarta Transportation Watch Andy Sinaga mengatakan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan pemerintah (Kementerian Perhubungan), operator tol, dan kepolisian. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan parah.
Pertama yang perlu di perhatikan adalah otomatisasi pintu keluar dan mengatur jadwal kendaraan berdasarkan plat nomor. "Seperti ganjil genap dan kalau memungkinkan alternatif membuka akses keluar," kata Andy, seperti mengutip Jawa Pos, Kamis (16/3/2017).
Selain itu, kata Andy, pelarangan angkutan umum, truk, bus, dan mikro bus atau ELF menggunakan Tol Brexit. Andy menambahkan, marka jalan seperti lintasan kejut dan pembatasan maksimal kecepatan perlu dilakukan. "Rest area juga perlu ditambah,dan bila perlu sistem contra flow bisa dilakukan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Pandu Yunianto mengatakan, persiapan mudik sudah dimulai Februari 2017. Kemenhub bersama Kementerian PUPR, Korlantas Polri, dan kementerian/lembaga lain juga sudah melakukan survei lapangan. "Jumat nanti 17 Maret 2017 kami evaluasi hasilnya," ujar dia.
Pandu mengungkapkan, antisipasi kejadian Brexit memang menjadi perhatian utama. Karena itu, pembukaan tol hingga ke Semarang diharapkan bisa efektif mengurai kemacetan di pintu tol. "Untuk operasi tol memang baru sampai Pemalang. Tapi, fungsi tol bisa sampai ke Semarang," ucapnya.
(Ranto Rajagukguk)