LONDON - Puluhan perempuan dari beragam etnis bergandengan tangan di Jembatan Westminster. Tepat ketika Big Ben berdentang pukul 16.00 waktu London, Minggu 26 Maret, mereka mengheningkan cipta selama lima menit, mengenang para korban teror di London.
Barisan perempuan mengenakan biru sebagai simbol harapan saling bergenggaman tangan sepanjang jambatan tempat teror London terjadi. Kala itu, empat orang, termasuk seorang ibu dua anak dan seorang petugas polisi meninggal dunia akibat aksi teror yang dilakukan Khalid Masood.
Dikutip dari Telegraph, Senin (27/3/2017), aksi solidaritas ini dihelat oleh Women’s March di London. Women's March sendiri adalah pergerakan yang mempromosikan "hak-hak asasi" perempuan di penjuru dunia.
Salah seorang peserta aksi, Fariha Khan (40) mengatakan, suasana mencekam saat teror Rabu 22 Maret lalu amat terasa.
"Kami memikirkan orang-orang biasa yang berada di sini dan hidupnya berakhir. Berdiri di sini, perasaan kami amat tak bisa dibendung," ujar Khan.