"Ketika terjadi teror di London, maka itu juga menyerang saya, menyerang kita semua. Islam amat mengutuk kekerasan dama bentuk apa pun. Ini adalah kekejian," timpal Sarah Waseem (57) dari Surrey, London.
Sementara itu, Ayesha Malik (34), yang juga dari Surrey, menyatakan, hadir dalam aksi solidaritas tersebut menunjukkan bahwa orang-orang di kota London bersatu mendukung demokrasi.
"Sebagai seorang Muslim, saya rasa amat penting untuk menunjukkan solidaritas dengan prinsip-prinsip yang kita pegang, tentang pluraritas, keragaman, dan sebagainya," imbuh ibu dua anak itu.
#WeStandTogether - image via burkegurl and @LondonNaturalCo through instagram. Moving, beautiful #WestminsterAttack #WestminsterAttack pic.twitter.com/HJ1aafu3UZ
— Women's March London (@womensmarchlon) March 26, 2017