Kenang Korban Teror London, Puluhan Perempuan Gandengan Tangan di Jembatan Westminster

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Senin 27 Maret 2017 10:46 WIB
Puluhan perempuan dari berbagai etnis berpegangan tangan di Jembatan Westminster mengenang para korban teror di London. (Foto: Reuters)
Share :

LONDON - Puluhan perempuan dari beragam etnis bergandengan tangan di Jembatan Westminster. Tepat ketika Big Ben berdentang pukul 16.00 waktu London, Minggu 26 Maret, mereka mengheningkan cipta selama lima menit, mengenang para korban teror di London.

Barisan perempuan mengenakan biru sebagai simbol harapan saling bergenggaman tangan sepanjang jambatan tempat teror London terjadi. Kala itu, empat orang, termasuk seorang ibu dua anak dan seorang petugas polisi meninggal dunia akibat aksi teror yang dilakukan Khalid Masood.

Dikutip dari Telegraph, Senin (27/3/2017), aksi solidaritas ini dihelat oleh Women’s March di London. Women's March sendiri adalah pergerakan yang mempromosikan "hak-hak asasi" perempuan di penjuru dunia.

Salah seorang peserta aksi, Fariha Khan (40) mengatakan, suasana mencekam saat teror Rabu 22 Maret lalu amat terasa.

"Kami memikirkan orang-orang biasa yang berada di sini dan hidupnya berakhir. Berdiri di sini, perasaan kami amat tak bisa dibendung," ujar Khan.

"Ketika terjadi teror di London, maka itu juga menyerang saya, menyerang kita semua. Islam amat mengutuk kekerasan dama bentuk apa pun. Ini adalah kekejian," timpal Sarah Waseem (57) dari Surrey, London.

Sementara itu, Ayesha Malik (34), yang juga dari Surrey, menyatakan, hadir dalam aksi solidaritas tersebut menunjukkan bahwa orang-orang di kota London bersatu mendukung demokrasi.

"Sebagai seorang Muslim, saya rasa amat penting untuk menunjukkan solidaritas dengan prinsip-prinsip yang kita pegang, tentang pluraritas, keragaman, dan sebagainya," imbuh ibu dua anak itu.

Sumber: Twitter Women's March London

Warga London lainnya, Mary Bennett, mengaku hadir untuk menunjukkan "simpati kecil" kepada para korban teror di London.

"Saya di sini untuk menunjukkan bahwa dalam cara yang hening kami melanjutkan hidup, melakukan apa pun dan ke mana pun yang kami inginkan di London. Ini adalah kota saya," ujar pensiunan pegawai kesehatan tersebut.

Rabu 22 Maret, Khalid Masood menabrakkan kendaraannya yang dipacu dalam kecepatan tinggi kepada orang-orang di Jembatan Westminster, London. Ia juga menusuk seorang polisi hingga tewas. Empat orang meninggal dunia dalam insiden teror di London tersebut, dan puluhan orang lainnya terluka. Masood pun langsung ditembak mati di tempat kejadian oleh polisi.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya