KISAH: Claus von Stauffenberg, Komandan Rencana Pembunuhan Adolf Hitler

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Rabu 29 Maret 2017 08:00 WIB
Claus Von Stauffenberg. (Foto: The Vitage News)
Share :

Ia menaruh koper di bawah meja, sedekat mungkin dengan posisi Hitler. Von Stauffenberg lalu keluar dari ruangan dan pergi. Malangnya, koper itu dipindahkan oleh Kolonel Heinz Brandt dari posisinya.

Setelah melihat ledakan mengguncang pondok kayu tersebut, Von Stauffenberg beserta pengawalnya langsung pergi menuju Berlin dengan menggunakan pesawat. Memang benar, empat orang meninggal dunia dan semuanya luka-luka. Tetapi target utama, Adolf Hitler, hanya menderita luka ringan. Ia berhasil selamat karena terlindungi oleh meja rapat yang sangat solid.

Stauffenberg yang tidak mengetahui kondisi tersebut langsung mendorong teman-temannya untuk mengaktifkan komando kudeta terhadap pemimpin Nazi. Namun, pengumuman dari Joseph Goebbels dan Adolf Hitler lewat siaran radio memupus harapan tersebut. Kudeta militer gagal total.

(Foto: The Vintage News)

Claus von Stauffenberg ditangkap dan dijatuhi hukuman mati bersama ajudannya, Letnan Werner von Haeften; Jenderal Friedrich Olbrich; dan Kolonel Albrecht Mertz von Quirnheim. Ketiganya langsung dieksekusi mati pada tengah malam waktu setempat di sebuah lapangan eksekusi sementara di Bendlerblock.

Claus mendapat giliran ketiga untuk menjemput ajalnya di ujung senapan regu tembak. Namun, ketika giliran itu tiba, Letnan von Haeften berdiri di depannya dan menerima peluru yang seharusnya merobek tubuh Stauffenberg. Tindakan itu hanya menunda waktu kematian untuk beberapa saat.

Ketika gilirannya tiba, Stauffenberg dengan lantang mengucapkan kata-kata terakhirnya. “Hidup Jerman yang murni!” katanya sebelum timah panas mengakhiri waktunya di dunia. Akhir yang tragis bagi seorang komandan gagah berani.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya