Perjuangan Indah Mencari Darah untuk Penyambung Hidup

Rayful Mudassir, Jurnalis
Jum'at 28 April 2017 11:08 WIB
Indayani (dua dari kanan) di HUT Darah untuk Aceh (Rayful/Okezone)
Share :

BANDA ACEH – Gadis itu tampak anggun dengan busana ungu bercorak hati merah muda dipadu rok dan jilbab hitam. Diapit dua orang lain di kiri dan kanannya, ia lebih banyak diam. Beberapa pertanyaan yang diajukan modetaror dijawab seadanya.

"Pertama kali saya menderita thalasemia saat usia satu tahun," kata Indayani (21) mengawali pembincangan saat memberikan testimony di ulang tahun kelima Komunitas Darah Untuk Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Senin 24 April 2017.

Saat belia, Indah belum sadar kalau dirinya mengidap thalasemia. Cerita itu diketahui dari orangtuanya saat mulai beranjak remaja. Indah kecil sering merasa lemas disertai pusing. Orangtuanya hanya membawa Indah berobat ke mantri desa hingga puskesmas.

Belakangan baru ketahuan apa yang sesungguhnya dialami bocah itu. Indah divonis mengindap thalasemia. Kondisi itu menempatkannya saban bulan harus ke rumah sakit untuk tranfusi darah. Itupun bila ada sanak saudaranya yang dapat menyumbangkan darah untuk dirinya.

Penyakit itu pula menjadikan rumah sakit menjadi rumah kedua Indah dan keluarga. Thalasemia benar-benar menguras energi dan darahnya.

Sebagai anak ketiga dari pasangan Abdul Wahab (52) dan Rajuan Ismi (40), Indah tidak sendiri mengalami thalasemia. Dua adiknya, Sudianarni (12) dan Maisarah (15), juga mengidap penyakit serupa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya