Hasil pemeriksaan sementara ternyata ada satu orang yang sudah tidak berstatus pelajar, namun ikut konvoi berinisial. Pemuda berinisial RS (20) asal Sleman itu merupakan alumni.
"Kita sudah mulai meminta keterangan dari korban juga orangtuanya mulai hari ini. Karena dikhawatirkan jika sebelumnya langsung dimintai keterangan mereka masih mengalami trauma," tegasnya.
Polisi masih menyelidiki motif para pelajar luar Klaten itu berberkonvoi di luar daeranya. Termasuk kenapa siswa tersebut bisa membawa sajam saat lakukan konvoi hingga memicu bentrokan fisik dengan siswa asal Klaten.
"Kita imbau pada seluruh masyarakat dan segenap komponen untuk ikut mengawasi adik-adik kita (pelajar) dalam menuntut ilmu di sekolah," ucapnya.
(Salman Mardira)