KISAH: Putri Angeline, Indian Terakhir yang Menolak Pindah dari Seattle

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Minggu 28 Mei 2017 08:02 WIB
Putri Angeline, anak tertua dari salah seorang kepala suku Indian, Chief Seattle. (Foto: Vintage News)
Share :

IA lebih dari sekadar perempuan Indian dengan alis berantakan dan bibir cemberut, ia adalah Putri Angeline, anak tertua kepala suku Indian, Chief Seattle. Dan selama bertahun-tahun, Putri Angeline menjadi figur yang menjembatani penduduk asli Amerika dengan para pendatang.

Putri Angeline terlahir dengan nama Kikisoblu (Kick-is-om-lo) pada 1820 di Lushootseed, dekat kota modern Seattle. Ia adalah anak perempuan pertama Chief Seattle, pemimpin suku Suquamish dan Dkhw’Duw’Absh (Duwamish). Ketika para pendatang Amerika tiba di Seattle, Chief Seattle berteman dengan salah satu dari mereka, David Swinson "Doc" Maynard.

Saat istri kedua Doc, Catherine Maynard, melihat Kiksoblu yang cantik, ia berkata, "Kamu terlalu cantik untuk memakai nama itu, dan sekarang saya membaptismu dengan nama Angeline."

Pada 1855, ketika Angeline di pertengahan usia 30-an tahun, Pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan Perjanjian Elliot, memaksa semua anggota suku Suquamish untuk pergi dari tanah mereka menuju area reservasi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya