Mengikuti jejak ayahnya, Putri Angeline memeluk agama Kristen dan menjadi jamaah di Gereja Katolik Romawi hingga hari kematiannya pada 31 Mei 1896. Saat meninggal dunia, Gereja Our Lady of Good Help di Seattle. Peti matinya berbentuk kano.
Chronicle of Holy Names Academy melaporkan,
"Tertanggal: 29 Mei 1896. Dengan kematian Angeline Seattle, berakhir pula keturunan langsung Chief Seattle, yang dengan namanya kota ini dikenal. Angeline - Putri Angeline - seperti ia biasa dipanggil, terkenal ke penjuru dunia. Ia adalah sosok yang familiar di jalan-jalan, bungkuk dan penuh keriput, sapu tangan merah di atas kepalanya, dan sebuah syal menyelimuti tubuhnya, berjalan perlahan dan tertatih dengan bantuan sebuah tongkat. Ia juga sering terlihat sedang duduk sambil membaca doa dengan taat menggunakan tasbihnya. Kebaikan warga Seattle kepada putri sang kepala suku terlihat saat pemakamannya di Gereja Our Lady of Good Help. Gereja dihias meriah, di depan mimbar terletak jenazah Putri Angeline dalam peti mati berbentuk kano."
Bertahun-tahun setelah Putri Angeline meninggal dunia, rumahnya dihancurkan. Dan kawasan bekas tempat tinggalnya menjadi lokasi pembangunan Pasar Pike Place.
(Rifa Nadia Nurfuadah)