1. Brunei Darussalam
Brunei Darussalam adalah satu dari sedikit negara Muslim di mana para non-Muslim sangat menghargai warga yang menjalani ibadah puasa. Sebagian umat non-Muslim di Brunei diketahui ikut berpartisipasi menahan diri untuk tidak makan atau merokok di depan umum selama Ramadan.
Pasar kuliner dadakan juga akan muncul secara besar-besaran di hampir seluruh wilayah Brunei. Makanan tradisional lokal banyak dijual oleh pedagangan. Namun makanan dari Barat juga dijual untuk dinikmati ketika waktu berbuka puasa tiba.
2. Kepulauan Komoro
Kepulauan Komoro adalah kepulauan yang berada di sebelah timur Afrika dan di sebelah barat laut Madagaskar. Berdasarkan keterangan penduduk setempat, kehidupan sosial di Kepulauan Komoro menjadi jauh lebih semarak saat Ramadan tiba.
Sebuah tempat yang di dikenal dengan Bangwe sangat populer bagi warga Komoro untuk berkumpul dan berbuka puasa bersama sebelum kemudian menuju masjid untuk beribadah. Hidangan khas untuk pembuka saat berbuka puasa di Komoro adalah goreng, ubi panggang, ikan, dan pancake lokal yang disebut Couscouma.
Tradisi bagi-bagi sembako di awal Ramadan (Foto: Creative Word)
3. Maladewa
Republik Maladewa yang terletak di Samudera Hindia, merayakan Ramadan dengan banyaknya pesta makanan. Selama bulan puasa, banyak orang membuat hidangan lokal seperti gulha (bola ikan), kulhi boakibaa (fishcake atau kue ikan), dan foniboakiba (kue tepung). Warga maladewa juga menyiapkan minuman khas Ramadan yaitu susu kiru sarbat.
Dan yang paling khas adalah para penyair di Maladewa akan banyak mendapatkan permintaan untuk melafalkan Raivaru atau puisi yang berisikan tentang bulan Ramadan. Raivaru sendiri adalah puisi dengan syair kuno yang terdiri dari tiga atau lebih baris dan pola irama yang berbeda. Puisi ini sangat dipuja oleh warga Maladewa.
4. Tajikistan
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Shuroi Ulamo (Majelis Ulama) dari Tajikistan biasanya akam meminta semua warga Muslim di sana untuk menyumbangkan barang-barang mereka kepada orang miskin. Dan bagi para penjual untuk menurunkan harga barang-barang di toko mereka.
Selain itu, Masjid juga dibersihkan dan didekorasi ulang dengan karya seni Islam yang megah. Poster "Happy Ramadan" pun tak luput untuk dipasang. Masjid di Tajikistan juga menyediakan makanan untuk berbuka puasa. Sementara itu, tradisi Tajikistani khas para warga juga akan mengundang teman dan kerabat ke rumahnya untuk ikut serta dalam berbuka puasa bersama.
(Rifa Nadia Nurfuadah)