OKEZONE STORY: Kisah Anak-Anak yang Tak Ingin Dewasa dan Dongeng Peter Pan

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Sabtu 01 Juli 2017 08:00 WIB
Keluarga Arthur dan Sylvia Llewelyn Davies yang menjadi inspirasi tokoh Peter Pan. (Foto: The Vintage News)
Share :

PETER Pan, merupakan nama seorang tokoh anak yang tak mau beranjak dewasa dalam sebuah dongeng legenda. Bahkan dalam dongeng itu Peter Pan tidak menunjukkan tanda-tanda menjadi tua setelah lebih dari satu abad. Dongeng tentang Peter Pan ini telah dikisahkan nyaris di seluruh dunia baik itu melalui drama panggung, televisi maupun film.

J.M Barrie seorang, penulis asal Skotlandia adalah orang yang menulis kisah Peter Pan. Ia pertama kali mengenalkan Peter Pan dalam novelnya yang berjudul "The Little White Bird" pada 1902. Peter Pan diketahui muncul dalam bab yang berjudul 'Peter Pan di Kensington Gardens'. Tak lama kemudian, cerita itu berlanjut di atas panggung, dan setelah sukses, Pada 1911, Barrie menulis novel Peter dan Wendy secara penuh.

Meskipun banyak sekali orang yang mengenal dan menyukai kisah Peter Pan, tidak banyak yang tahu asal muasal tokoh ini bisa tercipta. Barrie ternyata menciptakan sosok Peter Pan setelah terinspirasi dari lima anak-anak laki-laki yaitu si sulung George, John (Jack), Peter, Michael, dan si bungsu Nicholas (Nico) Llewelyn Davies.

 

Sir James Barrie. (Foto: The Vintage News)

Kelima anak tersebut meruapakan putra dari pasangan Arthur dan Sylvia Llewelyn Davies yang merupakan kerabat Barrie. Anak pasangan itu kemudian menjadi inspirasi Barrie dalam menuliskan kisah petualangan Peter Pan. Sylvia Llewelyn Davies sendiri merupakan putri seorang kartunis George du Maurier.

Barrie diketahui pertama kali berkenalan dengan kelima anak itu pada 1897. Saat itu George baru berusia lima tahun dan Jack berusia empat tahun. Kemudian saudara laki-laki mereka yang bernama Peter merupakan bayi yang baru saja lahir saat itu. Para anak-anak tersebut sangat menarik perhatian Barrie. Ia pun semakin hari semakin dekat dengan keluarga Llewelyn Davies.

Sementara itu, anak-anak juga mencintai Barrie atau yang lebih mereka kenal sebagai Paman Jim. Paman kesayangan mereka itu diketahui sangat pandai dalam mendongeng atau bercerita yang pada akhirnya akan mempengaruhi penciptaan karakter Peter Pan. Barrie saat itu menciptakan Peter Pan untuk menghibur si sulung yaitu George.

Namun, tragedi kemudian menimpa keluarga Davis pada 1907 yaitu ketika ayah anak-anak, Arthur meninggal karena kanker tulang. Barrie, yang merupakan teman dekat Sylvia lalu memberikan dukungan finansial untuk keluarga tersebut dan menjadi wali anak-anak. Tetapi, ibu mereka juga diketahui menderita kanker dan meninggal tiga tahun kemudian.

Barrie, yang cukup kaya pada masanya, lalu mengambil tanggung jawab utama atas kelimanya. Ia menyediakan rumah tinggal, pendidikan, dan dukungan finansial sampai mereka dianggap mampu untuk mandiri.

Tetapi tampaknya tragedi keluarga Llewelyn Davies belum berakhir. Pada 1915 kemalangan lainnya menimpa mereka. Si sulung, George yang saat itu berusia 21 tahun mengajukan diri sebagai pasukan Angkatan Darat Inggris gugur dalam Perang Dunia (PD) I. Situasi menjadi lebih buruk lagi ketika ketika Michael yang dianggap sebagai pengaruh terbesar dalam penciptaan karakter Peter Pan, tenggelam bersama dengan seorang teman dekat yang kemungkinan besar adalah kekasihnya, di Universitas Oxford pada 1921.

 

Arthur Llewelyn Davies. (Foto: The Vintage News)

Kejadian tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Barrie. Bahkan ia menulis bahwa kematian Michael adalah 'akhir dari dirinya'.

Putra Davis yang lain yaitu John Llewelyn-Davies meninggal pada 1959, di usia ke-65 tahun. Sementara itu, Peter Davis yang disebut sebagai Peter Pan di dunia nyata memilih mengakhiri hidupnya dengan membiarkan tubuhnya ditabrak kereta api pada 1960.

Sedangkan si bungsu, Nico Davis menjadi yang paling berumur panjang di antara saudaranya. Ia meninggal di usia 77 tahun pada 1980.

J.M. Barrie sendiri meninggal karena pneumonia pada 19 Juni 1937, juga di usia 77 tahun. Ia pergi dengan meninggalkan hak cipta Peter Pan ke Great Ormond Street Hospital dan seiring waktu berlalu, banyak anak yang mendapat manfaat atau lebih tepatnya hiburan dari karya ciptaan Barrie ini.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya