Namun, tragedi kemudian menimpa keluarga Davis pada 1907 yaitu ketika ayah anak-anak, Arthur meninggal karena kanker tulang. Barrie, yang merupakan teman dekat Sylvia lalu memberikan dukungan finansial untuk keluarga tersebut dan menjadi wali anak-anak. Tetapi, ibu mereka juga diketahui menderita kanker dan meninggal tiga tahun kemudian.
Barrie, yang cukup kaya pada masanya, lalu mengambil tanggung jawab utama atas kelimanya. Ia menyediakan rumah tinggal, pendidikan, dan dukungan finansial sampai mereka dianggap mampu untuk mandiri.
Tetapi tampaknya tragedi keluarga Llewelyn Davies belum berakhir. Pada 1915 kemalangan lainnya menimpa mereka. Si sulung, George yang saat itu berusia 21 tahun mengajukan diri sebagai pasukan Angkatan Darat Inggris gugur dalam Perang Dunia (PD) I. Situasi menjadi lebih buruk lagi ketika ketika Michael yang dianggap sebagai pengaruh terbesar dalam penciptaan karakter Peter Pan, tenggelam bersama dengan seorang teman dekat yang kemungkinan besar adalah kekasihnya, di Universitas Oxford pada 1921.
Arthur Llewelyn Davies. (Foto: The Vintage News)
Kejadian tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Barrie. Bahkan ia menulis bahwa kematian Michael adalah 'akhir dari dirinya'.
Putra Davis yang lain yaitu John Llewelyn-Davies meninggal pada 1959, di usia ke-65 tahun. Sementara itu, Peter Davis yang disebut sebagai Peter Pan di dunia nyata memilih mengakhiri hidupnya dengan membiarkan tubuhnya ditabrak kereta api pada 1960.
Sedangkan si bungsu, Nico Davis menjadi yang paling berumur panjang di antara saudaranya. Ia meninggal di usia 77 tahun pada 1980.
J.M. Barrie sendiri meninggal karena pneumonia pada 19 Juni 1937, juga di usia 77 tahun. Ia pergi dengan meninggalkan hak cipta Peter Pan ke Great Ormond Street Hospital dan seiring waktu berlalu, banyak anak yang mendapat manfaat atau lebih tepatnya hiburan dari karya ciptaan Barrie ini.
(Rifa Nadia Nurfuadah)