Diserang Mendadak, Somalia Kehilangan 24 Tentara Penjaga Perdamaian

Silviana Dharma, Jurnalis
Senin 31 Juli 2017 10:13 WIB
Ilustrasi. Al Shabaab lancarkan serangan mendadak ke konvoi AMISOM. (Foto: Duhur)
Share :

MOGADISHU – Kelompok pemberontak Al Shabaab di Somalia melancarkan serangan mendadak kepada pasukan pemerintah dan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika di kawasan Lower Shabelle, sekira 140 kilometer ke barat daya Mogadishu.

Kolonel Hassan Mohamed menjelaskan, pertempuran tersebut menewaskan 24 pasukannya. Semua tewas ketika Al Shabaab menyerang sebuah konvoi yang ditumpangi pasukan Uni Afrika untuk misi perdamaian di Somalia (AMISOM) di Distrik Bulamareer.

“Kami membawa jasad 23 tentara AMISOM dan seorang tentara Somalia dari tempat kejadian ketika Al Shabaab menyerbu AMISOM pada Minggu 30 Juli 2017,” ujar Wakil Gubernur Lower Shabelle, Ali Nur, seperti dikutip dari Middle East Monitor (MEMO), Senin (31/7/2017).

Namun begitu, menurut keterangan juru bicara operasi militer Al Shabaab, Abdiasis Abu Musab, jumlah tentara yang mereka habisi berjumlah 39 orang. Semuanya adalah jasad tentara Uni Afrika, termasuk komandan mereka.

Perbedaan jumlah ini hingga sekarang belum terverifikasi mana yang benar. Pihak pemerintah Somalia meyakini jumlahnya bisa saja bertambah.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Uganda menyatakan, tentaranya juga ada dalam konvoi AMISOM yang diserang tersebut. Meski begitu, mereka belum tahu jumlah tentaranya yang tewas.

Al Shabaab adalah kelompok teroris yang berafiliasi dengan Al Qaeda. Pergerakan mereka berkisar di Somalia dan Kenya. Kelompok militan ini biasanya mengarahkan serangan kepada pasukan penjaga perdamaian dan bermaksud mengusir mereka dari kawasan kekuasaannya. Al Shabaab juga mengemban misi untuk menggulingkan pemerintah yang didukung Negara Barat serta berambisi memaksakan interpretasi ketat ajaran Islam di Somalia.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya