Peran Donald Trump dan Amerika Serikat di Balik Sanksi Terbaru PBB atas Korut

Silviana Dharma, Jurnalis
Senin 07 Agustus 2017 06:29 WIB
Presiden Trump saat bertemu Presiden Xi. (Foto: Getty Images)
Share :

Korut melakukan dua kali uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) yang digembar-gemborkan dapat menghancurkan daratan AS. Jika informasi itu benar, maka perkembangan senjata nuklir Korut telah menunjukkan tingkat kemajuan yang mengejutkan bagi Pentagon. Kementerian Pertahanan AS itu memprediksi Pyongyang bisa memiliki ICBM yang berkemampuan nuklir pada 2018.

(Baca juga: Badan Intelijen AS: Rakyat Korut Senang jika Kim Jong-un Lengser)

Tidak hanya Korea Selatan selaku negara terdekat yang merasa terancam dengan kemampuan nuklir Korut. Jepang yang sering jadi sasaran uji coba rudal Korut pun geram dibuatnya.

AS menanggapi uji coba rudal balistik terakhir Korut dengan menerbangkan dua pesawat bomber supersonik di atas Semenanjung Korea. Tentunya hanya sebagai aksi unjuk kekuatan. Angkatan udara AS juga memamerkan keberhasilan menguji ICMB-nya yang berada di California.

Sementara kebanyakan negara menilai Korut sebagai pembuat onarnya, Kim Jong-un cs sebaliknya, menuduh Amerika Serikat dan Korea Selatan berperan aktif meningkatkan ketegangan dengan melakukan latihan militer gabungan.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya