BEKASI- Direktur Lembaga Bantuan Hukum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (LBH ICMI), Abdul Chalim Sobri menyatakan langkah autopsi yang dilakukan petugas forensik Mabes Polri, merupakan keinginan dari pihak keluarga.
Chalim menjelaskan, sebelumnya memang saat awal kejadian Muhammad Al-Zahra alias Joya (30, dikabarkan tewas dikeroyok dan dibakar hidup-hidup, pada Selasa (1/8) lalu, keluarga menyatakan dengan surat kepada petugas telah menerima peristiwa yang menimpa korban dan menolak dilakukan autopsi.
“Saat awal itu keluarga menerima karena memang kondisinya yang masih syok atas peristiwa yang menimpa Joya. Dan sekarang, kenapa diotopsi dengan membongkar makam lantaran kejadian ini ramai, sekaligus keluarga ingin memastikan penyebab tewasnya Joya apa karena dipukul atau dibakar,” jelas Chalim, Rabu (9/8/2017).
Dengan demikian, diakui Chalim, setelah nanti hasil otopsi ini keluar untuk membuktikan penyebab kematian korban. Keluarga menganggap, hal ini bisa menjadi bukti polisi guna menangkap para pelakunya sesuai dari peran mereka masing-masing. Sehingga tidak ada alasan polisi tak tahan pelakunya.
“Pihak keluarga saat ini memang sudah maafkan para pelakunya. Tapi untuk proses hokum, keluarga minta para pelaku penganiayaan yang dianggap lebih keji dari binatang bisa diproses hokum sesuai perbuatannya,” ujar Chalim.
Tim Dokter Forensik Mabes Polri telah melakukan otopsi selama 2 jam. Proses pembongkaran makan hingga beberapa tindakan autopsi telah dilakukan dengan lancar.
Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polres Metro Bekasi Kota, AKP Arif Budiyanto mengatakan, dalam proses pembongkaran makam guna keperluan autopsi jasad Joya guna keperluan penyidikan petugas.
"Alhamdulillah, otopsi atas dugaan kasus pengeroyokan yang terjadi terhadap saudara kita MA, berjalan dengan lancar. Autopsi itu (untuk) mencari penyebab kematian," ujar Arif usai melakukan autopsi dilokasi, Rabu (9/8/2017) hari ini.
Arif menjelaskan, dalam proses autopsi terhadap jasad Joya dilakukan tim forensik dengan memeriksa seluruh tubuhnya. Namun diakui dia, dirinya memastikan tidak ada bagian tubuh MA yang dibawa dari makam.
Namun demikian, Arif menambahkan, tidak bisa menjelaskan terkait jalannya proses autopsi secara rinci sebab, semua prosedur adalah rahasia kedokteran. “Untuk hasilnya pun belum bisa disampaikan, kemungkinan satu pekan setelah mendapatkan hasil lab dari tim dokter,” jelas Arif.
(Mufrod)