Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menjelaskan, ribuan CCTV sebetulnya sudah dipasang di beberapa tempat di Ibu Kota sejak 2012. Kamera tersebut sudah terkoneksi dengan sistem Smart City DKI Jakarta, namun yang berpengeras suara baru dipasang di sekitar Thamrin.
Andri mengungkapkan, infrastruktur pendukung sedang dipersiapkan agar sistem ini bisa berjalan secepatnya di 14 titik persimpangan tersebut. Contohnya, jaringan alat komunikasi agar tidak terkendala. Dibutuhkan data yang besar untuk melihat dengan jelas pelat nomor kendaraan.
Ia melanjutkan, petugas yang ada di pusat kontrol memerlukan koneksi baik agar dapat melihat sosok pengendara, pelat nomor kendaraan, dan detail lainnya. "Kualitasnya harus baik, yang kita pasang memang sudah bagus, namun harus tetap ditingkatkan agar tidak ada gangguan saat beroperasi," terangnya, Minggu 1 Oktober 2017.
Teguran langsung berbasis CCTV berpengeras suara, ujar Andri, bisa terlaksana dengan masif apabila polisi sudah menerapkan e-tilang. Sistem itu sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun lalu, tapi baru di beberapa lokasi. "Saya yakin kalau ERP sudah terlaksana, mobil-mobil sudah menggunakan OBU (on board unit), insya Allah masalah transportasi sedikit-banyak sudah bisa teratasi. Cuma masalahnya mau atau tidak, karena inti masalahnya bukan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau," tuturnya.