"Intinya Pak Wapres bahwa peraturan di Belgia ini betul-betul mempersulit mahasiswa Indonesia. Harapan kami, dengan kunjungan Bapak ini, mohon Bapak Wapres bisa bicara agar peraturan-peraturan itu dipermudah, kalau bisa dihapus semua dan diperlakukan seperti negara Prancis," ungkap Ayang.
BACA JUGA: Berkunjung ke Belgia, Wapres JK Sempat Bertemu dengan Megawati
Wapres JK lalu menyatakan bahwa setiap negara memang punya aturan sendiri-sendiri. Namun meski begitu, Wapres JK menyatakan bahwa akan mengusahakan untuk berbicara dengan pihak Belgia agar persyaratan perkuliahan itu tidak diperberat.
"Tentu tiap negara punya aturan sendiri-sendiri. Tapi kalau ada kesempatan akan saya bicarakan juga. Mudah-mudahan bisa kita usahakan," jelas JK.
Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Brusel Ance Maylany London menjelaskan, kehadiran Wapres JK di Belgia utamanya untuk membuka Europalia bersama Raja Belgia, Philippe, di Centre for Fine Arts Brusel pada 10 Oktober.
Dalam sambutan pembukanya, Dubes RI di Belgia Yuri Thamrin memperkenalkan masyarakat Indonesia di Belgia yang berasal dari berbagai latar belakang. Masyarakat Indonesia di Belgia umumnya para profesional, ahli medis, mahasiswa, dan juga wirausaha.