BRUSSELS – Salah satu agenda kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat di Brussels, Belgia, adalah mengunjungi mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di Belgia. Diketahui mahasiswa Indonesia di Belgia tak lebih dari 200 orang. Jumlah yang bisa dibilang sedikit itu salah satunya karena syarat kuliah di Belgia yang sulit.
Hal tersebut diungkapkan oleh mahasiwa asal Indonesia yang juga peneliti post doctoral di Université Catholique de Louvain bernama Ayang. Ia pun mencurahkan isi hatinya kepada Wapres JK saat pertemuan di Wisma KBRI di Zaventem, Brussel, Minggu 8 Oktober malam waktu setempat.
"Peraturan di Belgia itu sangat sulit terkait dengan pendaftaran mahasiswa asing," ujar Ayang, Senin (9/10/2017).
BACA JUGA: Mantap! Berkunjung ke Belgia, Wapres Jusuf Kalla Akan Temui WNI
Ia juga menambahkan bahwa apabila ingin berkuliah di Belgia, seluruh kegiatan kehidupan pendidikan dari lahir sampai tempat di mana akan mendaftar harus ada keterangan. Seluruh surat keterangan harus ditandatangani oleh 3 kementerian di Indonesia seperti Kemendagri, Kemlu, dan Kemenkumham yang nantinya juga akan divalidasi oleh Kedubes Belgia. Selain itu dalam kesempatan tersebut, Ayang juga membandingkan negara Eropa lain yang persyaratannya lebih mudah yaitu di Prancis.
"Intinya Pak Wapres bahwa peraturan di Belgia ini betul-betul mempersulit mahasiswa Indonesia. Harapan kami, dengan kunjungan Bapak ini, mohon Bapak Wapres bisa bicara agar peraturan-peraturan itu dipermudah, kalau bisa dihapus semua dan diperlakukan seperti negara Prancis," ungkap Ayang.
BACA JUGA: Berkunjung ke Belgia, Wapres JK Sempat Bertemu dengan Megawati
Wapres JK lalu menyatakan bahwa setiap negara memang punya aturan sendiri-sendiri. Namun meski begitu, Wapres JK menyatakan bahwa akan mengusahakan untuk berbicara dengan pihak Belgia agar persyaratan perkuliahan itu tidak diperberat.
"Tentu tiap negara punya aturan sendiri-sendiri. Tapi kalau ada kesempatan akan saya bicarakan juga. Mudah-mudahan bisa kita usahakan," jelas JK.
Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Brusel Ance Maylany London menjelaskan, kehadiran Wapres JK di Belgia utamanya untuk membuka Europalia bersama Raja Belgia, Philippe, di Centre for Fine Arts Brusel pada 10 Oktober.
Dalam sambutan pembukanya, Dubes RI di Belgia Yuri Thamrin memperkenalkan masyarakat Indonesia di Belgia yang berasal dari berbagai latar belakang. Masyarakat Indonesia di Belgia umumnya para profesional, ahli medis, mahasiswa, dan juga wirausaha.
Festival Europalia merupakan pagelaran seni budaya terbesar di Eropa yang diadakan setiap dua tahun sekali di Belgia dan negara-negara tetangganya.
Untuk festival 2017, Indonesia terpilih sebagai negara tamu. Secara keseluruhan akan digelar 200 lebih pertunjukan seni budaya seperti pameran benda seni, pentas tari dan musik, sastra, serta film. Europalia akan berlangsung dari 10 Oktober hingga Januari 2018.
Selain membuka acara Europalia, Wapres JK juga menyampaikan bahwa tujuannya berada di Belgia juga untuk pertemuan bisnis antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Belgia dalam upaya meningkatkan kerjasama ekonomi.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)