Konten Pornografi di WhatsApp, Bukti Sulitnya Tertibkan Distribusi Konten di Rimba Raya Internet

Yudhistira Dwi Putra, Jurnalis
Rabu 08 November 2017 07:45 WIB
Ilustrasi (FOTO: Ahmad Sahroji)
Share :

Terkait dengan kritik yang menyebut pemerintah telah kecolongan melakukan penyaringan distribusi konten, Enda menyampaikan pandangannya. Menurutnya, jagat internet merupakan sebuah rimba raya yang besar, sehingga mustahil untuk menyaring semua konten digital yang berseliweran. Maka, reaksi cepat Kemkominfo dalam merespons kejadian ini, menurut Enda adalah hal terbaik yang dapat dilakukan Kemkominfo sebagai otoritas.

"Mustahil untuk mengecek semua informasi. Pemerintah sekarang melakukan peran sebagai penjaga gawang. Kalau ada masalah, ya ditindaklanjuti, ditanggapi reaktif," ungkap Enda kepada Okezone, Rabu (8/11/2017).

Melindungi Diri dari Dampak Buruk Internet

Sebesar apapun dampak buruk yang mungkin muncul dari penggunaan internet, sebesar itu pula hal positif yang dapat diambil dari pemanfaatan internet. Menumbuhkan kesadaran dalam diri sendiri menjadi penting.

Enda mengatakan, selain upaya penjaringan digital yang dilakukan otoritas terkait, masyarakat sebagai pengguna internet harus pula memahami bagaimana internet bekerja. Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan akses internet dengan bijak.

"Di sisi lain adalah memberikan pendidikan, pengertian tentang penggunaan teknologi digital oleh anak-anak. Menggunakan sosmed dengan bijaksana, teknologi digital dengan bijaksana," kata Enda.

Menurut Enda, sebagai bentuk media baru --dimana kebebasan akses informasi dan konten menjadi unsur utamanya, internet memiliki karakteristik yang unik.

Berbeda dengan bentuk media lain seperti televisi atau radio yang menjadikan para penggunanya audiens pasif, internet justru menjadikan para penggunanya sebagai audiens aktif yang memiliki kuasa penuh atas konten dan informasi apa yang ingin mereka akses.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya