Konten Pornografi di WhatsApp, Bukti Sulitnya Tertibkan Distribusi Konten di Rimba Raya Internet

Yudhistira Dwi Putra, Jurnalis
Rabu 08 November 2017 07:45 WIB
Ilustrasi (FOTO: Ahmad Sahroji)
Share :

Untuk itu, kedewasaan, kebijaksanaan dan kesadaran penuh harus ditanamkan dalam upaya melindungi diri dari dampak buruk internet.

"Jadi, kita juga harus punya kebijakan sendiri di dalam diri kita. Internet ini sebuah rimba raya, ada miliaran konten di situ. Bedanya dengan media lain, internet ini kita adalah tempat dimana kita sebagai pengguna ini adalah pengguna yang aktif. Jadi, informasi yang ingin kita akses ini adalah informasi yang memang harus kita cari dengan aktif," kata Enda.

Pun soal konten negatif di WhatsApp. Menurut Enda, persoalan utama dari permasalah ini adalah bagaimana melindungi anak-anak dari dampak negatif konten tersebut. Bagi orang dewasa, hal tersebut tentu bukan masalah besar, lantaran orang dewasa sejatinya memiliki kesadaran penuh atas dampak baik dan buruk pemanfaatan internet.

"Jadi memang kalau kita secara aktif mencari kata kunci sex misalnya atau porn. Itu akan keluar GIF itu. Tapi kalau kita tidak cari ya tidak akan keluar. Jadi mungkin yang dikhawatirkan adalah kalau misalnya anak-anak memasukkan kata kunci yang semacam itu," kata Enda.

Terkait itu, sesungguhnya WhatsApp telah menetapkan ketentuan dengan hanya mengizinkan pendaftaran dilakukan oleh pengguna di atas usia 13 tahun. WhatsApp berasumsi, pada usia tersebut, seseorang sudah memiliki kesadaran yang cukup baik untuk mengoperasikan fitur-fitur dalam aplikasi WhatsApp.

(ydp)

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya