Perayaan Natal, Gua Maria Sawer Rahmat Jadi Tempat Keramat Umat Kristen

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis
Senin 25 Desember 2017 20:12 WIB
Gua Maria Sawer Rahmat, Kuningan, Jawa Barat (foto: Instagram/@bellaminusbekasi)
Share :

KUNINGAN - Gua Maria Sawer Rahmat yang berada di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi tempat keramat bagi kaum kristen di wilayah Cirebon, Indramayu, Kuningan dan Majalengka.

Bukan hanya itu, gua yang diresmikan pada Mei 1990 ini juga memiliki daya tarik tersendiri untuk menyedot perhatian masyarakat sehingga ingin mengunjungi dan melihat gua tersebut.

(Baca Juga: Potret Perayaan Natal di Bumi Serambi Mekkah)

Gua Maria berada di ketinggian 700 mdpl di kaki gunung Ciremai, sehingga keindahan alam dan suhu yang dingin mengundang masyarakat untuk menjadikan gua ini sebagai destinasi wisata.

(foto: Instagram/@guamariasawerrahmat)

Di gua tersebut terdapat 16 tempat perhentian dalam perjalanan salib. Tiap-tiap perhentian mengisahkan riwayat Yesus mulai dari ketika Yesus dijatuhi hukuman hingga dimakamkan. Setiap perhentian dibangun altar yang digunakan umat kristen untuk berdoa dan menyalakan lilin.

Dari setiap perhentian, yang mencuri perhatian adalah perhentian ke 12, disini terdapat salib besar yang letaknya di Bukit Totombok merupakan lambang ketiks Yesus wafat di kayu salib.

Kemudian, setelah melalui perhentian ke 14 masyarakat akan menemui gua Maria Sawer Rahmat, patung Bunda Maria berdiri tegak dan anggung pada sebuah gua yang di bawahnya mengalir air yang jernih.

Air ini berasal dari sebuah curug (air terjun) yang berada di kaki sebelah selatan bukit, masyarakat disana menyebutkan curug sawer atau jatuhnya air seperti yang disawerkan, oleh karenanya gua Maria disebut sebagai gua Maria Sawer Rahmat.

(Baca Juga: Potret Perayaan Natal di Bumi Serambi Mekkah)

Salah seorang umat kristen yang berasal dari Indramayu, Siutin (54) mengaku gua Maria merupakan tujuan utamanya untuk merayakan natal, pasalnya selain tempatnya yang indah umat kristen yang ingin memanjatkan doa pun jauh lebih khusuk.

Dalam setiap perjalanan menuju gua Maria, katanya, umat kristen yang ingin berziarah disambut nyanyian serangga tonggeret. Di gua Maria ini, para umat kristen bisa napak tilas perjalanan Yesus saat disalib.

"Setelah tiba di gua Maria, kami langsung menyalakan lilin dan berdoa didepan patung Bunda Maria yang merupakan simbol kesucian umat kristen," tuturnya.

Bukan hanya umat kristen yang berada di Kuningan dan sekitarnya saja, lanjutnya, melainkan dari berbagai daerah berziarah ke gua Maria hanya untuk menyelami perjalanan Yesus.

(Baca Juga: Cermin Kebhinekaan dalam Perayaan Natal Terpancar dari Pesisir Jakarta )

<div class="vicon"><iframe width="480" height="340" src="https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8yNS8yMi8xMDY5OTkvMC8=" sandbox="allow-scripts allow-same-origin" layout="responsive"></iframe></div>

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya