Kota Mosul Rayakan Natal Pertama Setelah kekalahan ISIS

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 26 Desember 2017 01:01 WIB
Misa Malam Natal kali ini adalah yang pertama kali digelar di Mosul dalam beberapa tahun terakhir. (Foto: EPA)
Share :

UNTUK pertama kalinya selama beberapa tahun terakhir, pemeluk Kristen di kota Mosul, Irak, dapat merayakan Natal menyusul kekalahan kelompok yang menyebut diri Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).

Di bawah kekuasaan ISIS, kegiatan keagamaan Kristen yang diadakan secara terbuka merupakan tindakan yang berbahaya dan amat sulit untuk dilaksanakan.

Oleh karenanya, banyak pemeluk Kristen melarikan diri dari persekusi di Mosul. ISIS juga tak segan-segan memaksa warga Kristen masuk ke Islam, membayar pajak atau berisiko dibunuh.

Namun kondisi kini berubah setelah pasukan Irak mengalahkan ISIS di Mosul, Juli lalu. Pemimpin Gereja Katolik Khaldea Irak, Louis Raphael Sako memimpin Misa Malam Natal di Katedral Santo Paulus, Minggu, 24 Desember.

Kepada BBC, ia mengatakan suatu keajaiban kini situasi memungkinkan bagi pemeluk Kristen dan Islam berdoa bersama-sama untuk memohon perdamaian.

Perdamaian di relung hati

Dalam misa, Pater Louis Raphael Sako menyerukan kepada puluhan jemaat yang hadir untuk mendoakan perwujudan perdamaian di Mosul dan di dunia.

"Pesan kami adalah pesan perdamaian. Yesus adalah pembawa perdamaian di Bumi, dan perdamaian ini merupakan tuntutan orang Kristen dan Muslim dan tuntutan setiap manusia. Tanpa perdamaian, tak ada kehidupan," katanya.

"Pesan kami adalah setelah semuanya yang telah terjadi, setelah kemenangan besar yang kita capai melawan kelompok yaang menamakan diri Negara Islam dan kelompok-kelompok lain, kita semua harus memohon perdamaian, pertama-tama di relung hati kita masing-masing, sampai tercermin di luar hati," tambahnya.

Pater Louis Raphael Sako berharap warga Irak yang beragama Kristen, yang sebelumnya menyelamatkan diri dari persekusi ISIS, akan bisa kembali ke rumah-rumah mereka.

Selama perayaan Natal, aparat keamanan berjaga-jaga di luar gereja. Kendaraan lapis baja disiagakan di halaman Katedral Santo Paulus. Seakan mengingatkan bahwa gereja tersebut pernah menjadi sasaran serangan ISIS, kain putih digunakan untuk menutupi jendela yang rusak karena bom.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya