Namun, upaya promosi tersebut justru mengundang kecaman dan kritik. Pengguna media sosial menyebutnya menghina, tidak menyenangkan, dan menjijikkan.
“Tindakan ini memperlakukan perempuan seperti obyek,” komentar salah seorang warganet, sementara yang lain mempertanyakan mengenai kepantasan pemandangan seperti itu dilihat oleh anak-anak. Pada akhirnya, Monmonda menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan berpikir ulang dalam penyelenggaraan acara di lain waktu.
“Mulai sekarang kami akan mempertimbangkan kembali standar untuk menyiapkan acara," tulis Monmonda dalam laman Facebook perusahaan.
(Rahman Asmardika)