JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya sepakat berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk mengusung Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018.
"Kita melengkapi pasangan Djarot-Sihar di Sumut. Tanpa PPP, pasangan ini tak bisa maju," ujar Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).
Dengan masuknya PPP, maka syarat 20 kursi untuk mengusung pasangan Djarot-Sihar di Pilgub Sumut sudah terpenuhi. Sebelumnya, PDIP kekurangan empat kursi untuk mendaftarkan Djarot-Sihar. Bergabungnya PPP sekaligus melengkapi jumlah syarat kursi.
Arsul mengaku adanya pro dan kontra di internal PPP saat memutuskan dukungan terhadap pasangan ini. Pihak yang kontra diakui Arsul banyak berasal dari kadernya di Sumatera Utara yang tak setuju dengan pendamping Djarot, yakni Sihar Sitorus.
Namun begitu, DPP PPP memandang lain, terutama soal adanya prinsip politik menerima dan memberi dukungan antara PPP dan PDIP. Menurut Arsul, PDIP telah banyak bekerjasama untuk PPP di beberapa Pilgub 2018.
Kerjasama itu, lanjut Arsul tak hanya dalam artian berkoalisi bersama tetapi juga kesepakatan-kesepakatan yang diambil saat kedua partai ini tak berkoalisi di Pilkada Serentak.
(Baca juga: Djarot Diprediksi Sulit Raup Banyak Suara di Pigub Sumut)