Setelah Hawaii, Kini Giliran Stasiun TV Jepang yang Keluarkan Peringatan Nuklir Palsu

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Rabu 17 Januari 2018 00:04 WIB
Militer pertahanan Jepang. (Foto: AP)
Share :

TOKYO - Salah satu stasiun televisi Jepang dilaporkan mengeluarkan peringatan bahaya tentang rudak balistik Korea Utara (Korut). Peringatan ini hanya berselang tiga hari usai alarm palsu menggemparkan Hawaii.

Peringatan tentang nuklir tersebut diketahui dikeluarkan oleh saluran televisi NHK. Namun, perusahaan penyiaran Jepang tersebut langsung meralat informasi itu dalam hitungan menit dan meminta maaf secara resmi terkait kesalahan informasi tersebut demikian sebagaimana dilansir dari Daily Mail, Rabu (17/1/2018).

BACA JUGA: Peringatan Palsu Rudal Balistik di Hawaii Buat Warga Gempar

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, tak jelas apa yang menjadu penyebab munculnya alarm palsu tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara Tokyo dan Pyongyang.

Sebagaimana diketahui, Jepang menjadi salah satu negara yang was-was dengan ancaman rudal Korut. Rudal yang diujicobakan oleh negara tertutup itu kerap mendarat di wilayah Jepang. Pada Semptember, 2017 rezim Kim Jong-un menembakkan rudal dan mendarat di pulau Hokkaido di utara Jepang.

Insiden yang terjadi lebih dari tiga bulan lalu itu telah memaksa ribuan orang terbangun dari tidurnya dalam keadaan panik akibat bunyi sirine tanda bahaya.

BACA JUGA: Hawaii Pasang Sirene Peringatan untuk Hadapi Ancaman Rudal Korut

Sebelumnya, alarm rudal palsu menggemparkan masyarakat Hawaii pada Sabtu 13 Januari. Peringatan tersebut ternyata palsu dan dikirim akibat human error. Gubernur Hawaii, David Ige, mengatakan bahwa seseorang di Hawaii Emergency Management Agency ‘menekan tombol yang salah’ selama perubahan jam kerja rutin. Perubahan tersebut terjadi tiga kali sehari setiap hari sepanjang tahun, tambahnya.

Peringatan darurat tersebut dikirim ke telefon genggam warga dan juga disiarkan melalui televisi dan radio. Hal itu menyebabkan kepanikan di antara orang-orang Hawaii dan platform media sosial. Warga bahkan telah berlarian keluar rumah untuk pergi ke tempat aman demi menyelamatkan nyawa mereka.

(Rufki Ade Vinanda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya