AMSTERDAM - Tiga orang tewas di Belanda dan dua lainnya di Jerman pada Kamis ketika angin kencang menumbangkan pepohonan, mengakibatkan sejumlah kendaraan terhempas di jalanan. Topan Friederike yang melanda Eropa Barat juga menyebabkan gangguan pada sarana transportasi di beberapa negara termasuk Jerman, Belanda dan Swiss.
BACA JUGA: Angin Kencang Lumpuhkan Aktivitas Transportasi di Belgia dan Belanda
Bandar Udara Internasional Schiphol Amsterdam sempat menghentikan seluruh lalu lintas udara pada Kamis karena tiupan angin kencang mencapai 140 kilometer per jam di sepanjang pantai. Setidaknya 260 penerbangan dihentikan sementara genteng-genteng atap yang berjatuhan memaksa bandara itu menutup terminal-terminalnya.
Pengelola Bandara mengumumkan bahwa penerbangan akan mulai dilanjutkan setelah badai bergerak ke daratan. Namun, sejumlah jadwal penerbangan tetap akan mengalami keterlambatan.
Diwartakan Reuters, Jumat (19/1/2018), layanan kereta serta bus di seluruh negeri juga dihentikan setelah pihak berwenang mengeluarkan peringatan soal cuaca ekstrem.
Badai juga menyebabkan sejumlah peti kemas terguling dan merusak atap-atap rumah di Rotterdam. Kepolisian setempat mengatakan, tiga orang meninggal karena tertimpa pohon atau terkena reruntuhan bangunan.
Di Jerman, seorang pria berusia 59 tahun di Kota Emmerich, dekat perbatasan Belanda, dilaporkan tewas tertimpa sebuah pohon tumbang. Badai juga menyebabkan seorang pengemudi truk berusia 69 tahun tewas dalam kecelakaan di Lippstadt, bagian barat Jerman.