BANGKOK – Kepolisian Thailand berhasil menangkap seorang pria yang diyakini sebagai gembong jaringan perdagangan satwa liar terbesar di Asia, Boonchai Bach. Pria berusia 40 tahun itu ditangkap di sebuah kota dekat perbatasan dengan Laos pada Jumat 19 Januari malam.
Boonchai ditangkap atas dugaan menyelundupkan 14 cula badak dengan harga sekira USD1 juta (setara Rp13 miliar) dari Afrika ke Thailand. Melansir dari BBC, Sabtu (20/1/2018), polisi siap menjeratnya dengan berbagai dakwaan setelah mengumpulkan cukup bukti dari orang-orang yang terlibat pengiriman cula-cula tersebut pada Desember 2017.
Pria keturunan Vietnam itu terancam hukuman empat tahun penjara karena menyelundupkan bagian hewan yang dilindungi seperti cula badak dan gading gajah. Perdagangan satwa liar cukup menggiurkan di pasar gelap. Polisi yakin pelaku adalah pemimpin jaringan dari sebuah sindikat besar yang beroperasi lebih dari satu dekade.
Bach diketahui menjalankan bisnis ilegalnya dari sebuah kota kecil di perbatasan dengan Laos di dekat Sungai Mekong. Dari sana ia menyelundupkan sejumlah barang menuju Laos. Menurut kontributor BBC, Laos adalah salah satu rute utama pengiriman paket satwa liar dari Afrika dan Asia ke pembeli di Vietnam dan China.
Meski otoritas Thailand giat menghambat pengiriman bagian-bagian tubuh satwa liar, mereka tetap belum mampu menghentikan rantai perdagangan tersebut. Kelompok anti-perdagangan satwa ilegal, Freeland, yakin penangkapan Boonchai Bach dapat menyebabkan gangguan serius terhadap operasi penyelundupan.
“Keluarga Bach sejak lama mengelola rantai perdagangan satwa liar ilegal dari Asia dan Afrika ke para pembeli besar di Laos, Vietnam, dan China,” tulis Freeland dalam pernyataan resmi mereka.
(Wikanto Arungbudoyo)