IGBO - Seorang penata rias dari Nigeria, memutuskan untuk mengomentari iklan pernikahan kenalannya sebagai lelucon. Namun apa jadinya jika lelucon pernikahan tersebut justru benar-benar membawanya ke sebuah mahligai rumah tangga.
Sehari sebelum Malam Tahun Baru, pembuat mebel di Nigeria, Chidimma Amedu, memutuskan untuk mencari istri. Alih-alih pergi ke situs kencan, dia hanya memasang iklan di Facebook, meminta semua wanita yang tertarik untuk menjadi istrinya.
"Saya siap untuk mengatakan bahwa saya akan melakukannya (pernikahan) dan saya tidak membuang waktu lagi. Kirimkan aplikasi Anda yang paling berkualitas akan menikah pada tanggal 6 Januari 2018. Permohonan ditutup 12 tengah malam, 31 Desember 2017. Saya serius dengan hal ini dan jangan bilang kamu tidak melihatnya tepat waktu. Semoga berhasil," tulis Amedu lewat akun Facebook pribadinya, dilansir dari Oddity Central, Kamis (25/1/2018).
Amedu menerima beberapa tanggapan, tapi yang menarik perhatiannya berasal dari Sophy Ijeoma, seseorang yang hampir tidak dia kenal. Bermaksud bercanda, Sophy mengatakan bahwa ia hendak dinikahi Amedu. Dia telah menjadi teman Facebook Amedu selama sekira satu tahun.
"Saya tertarik, DM (direct message/pesan pribadi) saya," tulis Ijeoma.
Amedu benar-benar serius. Dia mengirimi Ijeoma pesan pribadi dan mereka mulai mengobrol melalui messenger Facebook. Dua hari kemudian pasangan tersebut berkencan pertama di sebuah mal di kampung halaman Ijeoma di Enugu, di tenggara Nigeria. Amedu menempuh jarak lebih dari 500 km dari rumahnya di kota utara Abuja untuk menemui Ijeoma di sana.
"Itu adalah cinta pada pandangan pertama. Dia adalah pria paling tampan yang pernah saya temui, dan saya langsung sangat menyukainya," kata Ijeoma.
Setelah dua jam pembicaraan, Amedu meminta Ijeoma untuk menemui pamannya yang juga kebetulan tinggal di Enugu. Dukungan keluarga di balik pilihan pasangan suami-istri merupakan bagian penting dari budaya Igbo.
"Kami sampai di rumah paman, dan dia berkata: 'Paman, temui wanita yang ingin saya nikahi’. Ketika saya melihatnya untuk pertama kalinya, saya merasa ingin menari. Tapi saya tidak tahu betapa seriusnya dia ingin menikahi saya. Setelah kami bertemu paman dan bibinya, saya menyadari bahwa ini terjadi dan saya menginginkannya," kenang Ijeoma.
Pasangan tersebut merencanakan pernikahan mereka selama empat hari berikutnya setelah mengikuti tes medis. Nigeria memiliki tingkat anemia yang tinggi dan pasangan yang hendak menikah disarankan membandingkan genotipe mereka untuk menghindari memiliki anak dengan kondisi ini. Semua berjalan dengan baik dan pada 6 Januari 2018, pasangan tersebut secara resmi menjadi suami-istri.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)