Setelah dua jam pembicaraan, Amedu meminta Ijeoma untuk menemui pamannya yang juga kebetulan tinggal di Enugu. Dukungan keluarga di balik pilihan pasangan suami-istri merupakan bagian penting dari budaya Igbo.
"Kami sampai di rumah paman, dan dia berkata: 'Paman, temui wanita yang ingin saya nikahi’. Ketika saya melihatnya untuk pertama kalinya, saya merasa ingin menari. Tapi saya tidak tahu betapa seriusnya dia ingin menikahi saya. Setelah kami bertemu paman dan bibinya, saya menyadari bahwa ini terjadi dan saya menginginkannya," kenang Ijeoma.
Pasangan tersebut merencanakan pernikahan mereka selama empat hari berikutnya setelah mengikuti tes medis. Nigeria memiliki tingkat anemia yang tinggi dan pasangan yang hendak menikah disarankan membandingkan genotipe mereka untuk menghindari memiliki anak dengan kondisi ini. Semua berjalan dengan baik dan pada 6 Januari 2018, pasangan tersebut secara resmi menjadi suami-istri.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)