"Dari prilaku dan wawancara, dia masuk gangguan kepribadian, emosinya tidak stabil," kata Leony di waktu yang sama.
(Baca juga: Polisi Duga Pembunuh Ustadz Prawoto Alami Depresi)
Sementara itu, Dewan Penasehat Persis Indonesia, Profesor Dadan Wildan, yang hadir dalam kesempatan itu pun mengatakan, pihaknya merasa kehilangan dengan meninggalnya salah satu kader terbaiknya.
Dirinya meminta kepolisian untuk memproses hukum pelaku dan di hukum sesuai apa yang di lakukannya.
"Tentu saja kami sedih karena kehilangan beliau. Selanjutnya, kami mohon kepada polisi untuk pelaku di hukum seberat-beratnya. Jangan lepas dari penjara," terang Dadan.