Pasangan Hasanuddin-Anton Charliyan menyatakan sejak awal tidak menggunakan mahar untuk maju di pilgub. Pasangan nomor urut dua ini menegaskan akan berjuang untuk kepentingan masyarakat.
"Koalisi kami murni koalisi dengan rakyat semata. Dari awal kami menolak mahar dan tidak pernah menyerahkan mahar kepada siapapun. Kami berkomitmen akan berjuang untuk kepentingan rakyat Jabar," jelas Hasanuddin yang diamini Anton.
Sudrajat-Ahmad Syaikhu juga menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hutang politik maupun logistik kepada partai pengusung maupun relawan. Ia hanya menegaskan bahwa sistem di Jawa Barat sudah online.
"Bagi saya, masalah proyek, Jabar sudah terbuka, semua (lelang) sudah online, transparan. Siapa yang visibel, masuk, dia akan dimenangkan sebagai pemenang kontrak," ungkap Sudrajat.
Pasangan nomor urut empat diwakili Dedi Mulyadi yang merupakan calon wakil gubernur. Ia menegaskan bahwa sehebat apapun sistem yang dimiliki untuk mencegah terjadinya politik balas-budi, akan sia-sia jika ternyata ada sponsor swasta yang mendukung paslon.