Mekeng mengatakan dirinya tak mau menyebut perombakan diidentikkan sebagai pergantian posisi. Ia menyebutnya sebagai rotasi agar kader bisa berbuat lebih baik dengan mengembangkan kemampuannya. Bagi Mekeng, rotasi dalam komisi dan AKD di DPR RI merupakan hal yamg biasa.
"Ini bukan soal mengganti, tapi merotasi. Kita harus membiasakan orang untuk diberikan kesempatan untuk memimpin jadi setiap kader dia berpacu untuk melihatkan kepiawaian dia, kepandaian dia, ketekunan dia, supaya dia bisa jadi pemimpin jadi ini merupakan rotasi biasa," ucapnya.
(Baca juga: Mahyudin Duga Kompromi Politik terkait Pergantiannya di MPR Terjadi saat Munaslub)
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Timur Partai Golkar itu masih belum bisa memastikan kapan akan dilakukan rotasi jabatan di komisi dan AKD. Ia menegaskan, masih menunggu keputusan dari DPP terkait hal ini.
"Belum ada keputusan. Semua masih yang sama. Ini akan dibawa ke DPP dong," pungkas Mekeng.
(Ulung Tranggana)