BALIKPAPAN - Pertamina RU V Balikpapan memastikan tumpahan minyak yang terjadi di tengah laut Teluk Balikpapan bukan berasal dari fasilitas Pertamina RU V Balikpapan.
Pertamina juga memastikan tidak ada kebocoran pipa minyak mentah distribusi Lawe-Lawe PPU - Balikpapan yang ada laut Teluk Balikpapan.
GM RU V Pertamina Kalimantan Togar MP memastikan hal itu setelah timnya melakukan penyisiran pipa bawah laut dengan menerjunkan tim penyelam mulai dari instalasi Balikpapan hingga PPU.
"Kita jamin tumpahan minyak bukan dari fasilitas kita dan kejadian kebakaran di luar parameter kita yang jarak sekitar 2-3 km dari area kita," jelasnya dalam penjelasan kepada media, didampingi GM MOR VI Kalimantan Made Adi Putra dan Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha gedung Solar, sore ini (30/3/2018).
(Baca Juga: BBM Tumpah di Perairan Balikpapan, Api Berkobar Tinggi di Udara)
Togar juga mengungkapkan hasil penelitian tumpahan minyak itu merupakan bahan bakar kapal (fueld oil) yang bukan merupakan produk dari RU V.
"Kita sudah melakukan pengecekan minyak ambil sampel. Hasilnya minyak yang tumpah Itu mendekati fueld oil produk untuk bahan bakar kapal. Itu bukan produk Pertamina di RU V," tegasnya.
Ditanya mengenai sumber api pihaknya juga belum dapat memastikan. Menurutnya api bisa saja berasal dari segi tiga api. " Kita belum tahu sumber dari mana. Itu segi tiga api yakni ada udara, ada sumber minyak dan ada panas. Di situ kan Banyak kapal-kapal sandar tapi kita belum pastikan sumber api dari mana," katanya.
(Baca Juga: Kebakaran Teluk Balikpapan, 2 Nelayan Tewas Mengenaskan)
Pada kesempatan itu Pertamina juga meluruskan pemberitaan dan informasi yang berkembang termasuk kabar minyak tumpah yang memenuhi laut dan masuk ke pemukiman warga sengaja dibakar seperti yang sempat di informasikan BPBD Balikpapan.
"BPBD Balikpapan sudah menarik pernyataan dan itu tidak benar. Dan BPBD sudah minta maaf. Kita pastikan hal itu tidak benar," tambah Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha.
Saat ini tim terkait bersama Kepolisian melakukan investagasi atas tumpahan minyak yang terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 02.00 wita. Diketahui informasi tumpahan minyak diterima Pertamina 02.30 wita dan pukul 03.00 wita sudah dilakukan pemeriksaan ke lapangan.
"Jam 09.00 pagi sudah bisa kita lakukan lokasir hingga ke daerah pesisir dan pemukiman," tukas Togar.