PADANG -Truk CPO terbalik di jalur Panorama 2 Sitinjau Lauik KM 18, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, minyak mentah sawit yang diangkutnya tumpah dijalan membuat jalur Padang-Solok di tutup lantaran licin dan berbahaya.
Sementara sopir truk bernama Syafri B (57) warga Banda Rabuk, Jorong Bawah Duku, Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok ditemukan tewas.
Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Padang, Sutan Hendra, informasi yang diperoleh oleh BPBD kejadian nahas tersebut terjadi pada Minggu malam pukul 23.20 WIB, namun korban baru bisa dievakuasi pada pukul Senin, 05.05 WIB . "Mobil dan sopirnya tersebut berhasil dievakuasi pada Senin 2 April 2018 pukul 05.05 WIB," tulis katanya, Senin (2/4/2018).
Saat kecelakaan Tim Reaksi Cepat Kelompok Siaga Bencana Kota Padang, Basarnas, Pramuka Peduli Lubuk Kilangan, TRC Semen Padang, PMI Padang, RBR, masyarakat.
BPBD Kota Padang sedang mengumpulkan sekam untuk ditabur dijalan agar tidak licin. “Jalan Padang-Solok di tutup karena kondisi saat ini sangat licin, jalan dipenuhi minyak sawit mentah sehingga tidak bisa dilewati,” ujarnya.
Selain truk CPO yang terbalik satu bus pariwisata warna biru langit dengan nopol BA 7318 BL yang mencoba naik akhirnya terpeleset, sebagian badan truk itu nyunsep ke got karena ban menyelip.
“Tadi ada bus yang mencoba naik ke arah solok namun bannya nyelip karena licin dan masuk got, namun tidak ada korban jiwa yang meninggal itu hanya sopir truk,” ujarnya.
Akibatnya ditutupnya jalan Padang-Solok antrean panjang memenuhi jalur Padang-Solok baik dari Padang menuju Solok maupun sebaliknya.
Beberapa kendaraan roda dua mencoba menembus jalan tersebut namun terpeleset bahkan ada yang jatuh, bahkan pejalan kaki yang berjalan juga banyak yang terjatuh. Sementara aparat kepolisian sibuk mengatur jalur kendaraan dan membantu masyarakat yang mencoba melintasi jalan tersebut.
“Saat ini tim BPBD Kota sedang mengumpulkan sekam kayu untuk ditabur di jalan yang licin tersebut, agar nanti minyak itu terserap disekam kayu. Kita belum tahu kapan jalan bisa dibuka karena tumpahan minyak sangat banyak. Namun kita sedang berupaya secepatnya,” jelasnya.