Serangan pertama terjadi pada Sabtu, sekitar pukul 13.00 WITA, lalu disusul serangan berikutnya kira-kira pukul 21.00 WITA, serta Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WITA, kata Yendra.
Pimpinan JAI menyebut penyerangnya berasal dari wilayah yang sama karena "sikap kebencian dan intoleransi pada paham keagamaan yang berbeda."
ang menjadi korban serangan sudah dievakuasi di Polres Lotim.
"Sekarang situasinya sudah aman dan kondusif, para jemaah (Ahmadiyah) itu sekarang sudah dievakuasi di Polres Lotim," ungkap I Komang Suartana kepada Detik.com, Minggu (20/05).
Aparat kepolisian telah turun ke lapangan untuk mengamankan keadaan, yang ditandai kehadiran Kapolda NTB yang turun langsung bersama dengan pemuka Agama.