"Waktu itu, perusahaan kereta api Belanda berusaha menyelesaikan pembangunan, sebab jalur tersebut sangat penting untuk mengangkut hasil bumi seperti kopra, padi dan rempah," jelasnya.
Saat ini keberadaanya terowongan Wilhelmina sangat memprihatinkan karena di sekeliling bangunan dipenuhi ilalang dan rumput liar yang tumbuh tidak beraturan.
Bahkan rel kereta api di lokasi tersebut sudah banyak yang hilang serta muka terowongan yang tidak terurus dirambati akar semak belukar membuat pamor dari bangunan bersejarah itu terkesan angker.
Pada jalur ini mempunyai banyak jembatan dan beberapa terowongan yakni Terowongan Batulawang (281,5 meter), Terowongan Hendrik (105 meter) serta Terowongan Juliana (147,70 meter).
(Khafid Mardiyansyah)