TEL AVIV – Mantan Menteri Energi dan Infrastruktur Israel, Gonen Segev didakwa atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata dan membantu musuh pada masa perang. Dia dituduh telah memberikan informasi sensitif kepada musuh besar Israel, Iran.
Segev yang sebelumnya pernah dipenjara atas tuduhan penyelundupan obat terlarang ditangkap di Guinea Ekuator dan diekstradisi ke Israel bulan lalu. Berdasarkan pernyataan dari Dinas Keamanan Israel, Shin Bet, mantan menteri kabinet itu telah bekerjasama dengan pejabat intelijen Iran sejak 2012 setelah melakukan kontak dengan kedutaan besar Iran di Nigeria.
BACA JUGA: Kuwait Tangkap 12 Terdakwa dalam Kasus Mata-mata Iran
"Segev memberikan informasi kepada operatornya tentang sektor energi Israel, tentang lokasi keamanan di Israel dan tentang bangunan dan pejabat di badan diplomatik dan keamanan, dan banyak lagi," demikian isi pernyataan Shin Bet yang dilansir RT, Selasa (19/6/2018).
Pria berusia 62 tahun itu diduga tetap aktif bekerja sebagai agen pada waktu penangkapannya dan sebelumnya telah dua kali berkunjung ke Iran untuk bertemu dengan handler-nya. Shin Bet juga menambahkan bahwa Segev mengadakan pertemuan dengan pejabat Iran di rumah aman dan hotel di berbagai daerah di dunia dan telah menerima perangkat khusus untuk mengirim dan menerima pesan terenkripsi.
Pada Jumat, pengadilan Israel mendakwa Segev atas tuduhan membantu musuh dalam perang, kegiatan mata-mata dan pelanggaran lainnya. Beberapa detail dalam kasus ini masih dirahasiakan, tetapi pengacara Segev mengatakan lembar tuntutan penuh akan membuat tuduhan terhadap kliennya menjadi sedikit lebih lunak.
BACA JUGA: Iran Tangkap Jaringan Mata-Mata Israel
Berdasarkan laporan Channel 10 Israel, Segev mengatakan kepada para pemeriksanya bahwa dia “ingin menipu orang-orang Iran dan kembali ke Israel sebagai pahlawan” karena reputasinya di negara asal telah ternoda. Mantan menteri itu juga bersikeras bahwa ia tidak memberikan data penting kepada Iran.
Dia dilaporkan ditahan di sebuah penjara solitari di fasilitas milik Shin Bet menunggu sidang selanjutnya yang dijadwalkan digelar dalam tiga pekan.
Segev yang menjabat sebagai kepala Kementerian Energi dan Infrastruktur dari 1995 hingga 1996, telah hidup di luar Israel sejak 2007, ketika karier politiknya mendadak berakhir. Dia meninggalkan Negeri Zionis setelah menjalani hukuman dua tahun penjara karena berusaha menyelundupkan 32.000 butir ekstasi (MDMA) tablet dari Belanda ke Israel.
(Rahman Asmardika)